Kamis, 28 November 2013

Manajemen File dan Direktori

ciaaciiiaaaaaa...
blog udah berdebu banget, udah lama gag diurusin,,,
kali ini gw bakal sharing sedikit ilmu yang masih seputar LINUX..
hhhhmmm oke kayanya gw gag perlu basa basi lagi yaaaaa,

Ilmu yang bakal gw sharing kali ini, tentang Manajemen File dan Direktori..
sebelum ke prakteknya, kita perlu tau dulu apa itu manajemen file dan direktori..

  • Manajemen File

Manajemen file adalah metode dan struktur data yag digunakan sistem operasi untuk mengatur dan mengorganisir file pada disk atau partisi (bagian-bagian memori). Sistem file berfungsi untuk menyimpan file-file tertentu. Cara memasukkan sistem file ke disk atau partisi adalah dengan cara di format.

  • Direktori

Direktori merupakan suatu identitas dalam sebuah sistem berkas yang berisi berkas atau direktori lain. Direktori berisi informasi mengenai berkas yang terdapat didalamnya yang berkaitan dengan penyimpanan. Intinya, Berkas atau direktori lain yang terdapat pada direktori tersebut berada di dalam disk. Direktori hanya menyediakan link atau mengarahkan pada berkas yang ada. Direktori merupakan sarana pengorganisasian berkas pada suatu sistem komputer.

Oke, sekarang kita langsung aja ke pengaplikasiannya dilinux,,

Melihat daftar direktori

  • pwd :  Menampilkan direktori yang sedang aktif


  • ls : perintah untuk melihat daftar/ isi direktor

  • Perinta ls dapat ditmbah dengan -l yang berarti long dan -a yang berarti all, ini digunakan apabila kita ingin menampilkan daftar direktori dengan format panjang

  • Pada gambar ditaas terdapat output yang terdiri dari beberapa kolom.
            Kolom pertama  : berisi jenis file dan perizinan
            Kolom kedua     : jumlah link (entri direktori yang merujuk ke file)
            Kolom ketiga     : menunjukkan pemilik file
            Kolom keempat  : merupakan kelompok pemilik file
           Kolom berikutnya : berisi ukuran file dalam byte, tanggal dan waktu modifikasi terakhir,               dan nama file

         Dalam kolom pertama terdapat bagian-bagiannya lagi.
         Karakter pertama itu menunjukkan :
                 d = directory
                 – = regular file
                  l = symbolic link
                 s = unix domain socket
                 p = named pipe
                 c = character device file
                 b = block device file
         Dan 9 karakter yang tersisa itu merupakan perizinan. Dan perizinan itu dibagi menjadi 3            grup, yaitu user, group dan other. Masing-masing grup terdiri dari 3 karakter, yaitu read,              write, dan execute. Penulisannya hanya diwakili dengan r, w, x atau -.
                 r = read permission
                w = write permission
                x = execute permission
                – = no permission

Sorting

Sebenarnya dalam penggunaan ls kita dapat menyorting daftar file. Untuk ls sendiri, secara otomatis kita mengurutkan daftar file secara alfabet. Nah, ini daftar perintah untuk menyorting :

  •  ls -lt : mengurutkan daftar file berdasarkan waktu dari yang terbaru hingga terlama.


  • ls -lrt : Mengurutkan daftar file berdasarkan waktu(dari yang terlama hingga terbaru)

  • ls -lS : Mengurutkan berdasarkan ukuran file (dari yang terbesar hingga yang terkecil)

  • ls -lrS : Mengurutkan berdasarkan ukuran file (dari yang terkecil hingga yang terbesar)

Untuk membalikkan pengurutan, kita bisa gunakan -r. Misal, ls -lrt, berarti kita mengurutkan daftar file berdasarkan waktu dari yang terlama hingga yang terbaru.

Menyalin, Memindahkan, dan menghapus file

  • cp : untuk menyalin satu atau banyak file atau direktori.
  • mv : untuk memindahkan atau memberi nama baru pada satu atau banyak file atau direktori.
  • rm : untuk menghapus satu atau banyak file atau direktori.
Untuk penggunaan perintah cp dan mv dapat ditambahkan perintah berikut,

  • -f atau –force : memungkinkan cp untuk mencoba menghapus file yang sudah ada walaupun file tidak dapat ditulis.
  •  -i atau –interactive : akan meminta konfirmasi sebelum mencoba untuk mengganti file yang ada.
  • -b atau –backup : akan membuat cadangan dari file yang akan diganti.

Membuat Banyak Direktori

  • mkdir d1 d2: Ini berarti kita membuat direktori d1 dan d2.
  • mkdir -p d1/d2/d3 : Perintah ini digunakan apabila ingin membuat subdirektori bersarang, artinya dalam direktori d1 terdapat direktori d2 yang berisi direktori d3. Jika kita tidak menambahkan -p, maka akan terjadi error.

Menghapus Direktori

  • rmdir -p d1/d2/d3 : Tetapi syaratnya direktori harus dalam keadaan kosong. Kalau tidak pasti akan muncul error. Untuk menghapus file atau direktori secara rekursif kita dapat menambahkannya dengan -r atau -R atau –recursive
  • rm -r d1 : Ini artinya kita menghapus direktori d1 beserta isi yang ada didalamnya. Penghapusan secara rekursif digunakan jika terdapat banyak file atau direktori yang ingin kita hapus.

Membuat File Kosong

Untuk membuat file kosong kita menggunakan perintah touch.
Contoh : 
touch latihan : berarti membuat file dengan nama latihan

Perintah Find

Find digunakan untuk mencari file atau direktori. Dapat dicari berdasarkan nama, tipe dan waktu.
  • find . -name "text" : mencari file di current directory dengan nama text

Kompresi File

Kompresi digunakan untuk membuat cadangan, arsip atau mengirimkan file yang banyak.
Contoh :
  • Kompresi dengan gzip
    gzip services
  • Dekompresi gzip
    gzip -d services.gz
  • Kompresi dengan bzip2
    bzip2 services
  • Dekompresi bzip2
    bunzip2 services.bz2
Semoga bermanfaat :)

Referensi :
  • Linux File Permissions (Modul Praktikum Sistem Operasi) – Tim Asisten Sistem Operasi Universitas Pendidikan Indonesia 2013

Selasa, 29 Oktober 2013

Konfigurasi Access Point LinkSys WAP54G

Hey hooooo para blogger…~
Udah pada pernah denger atau tau tentang konfigurasi access point pada linksys?
Kalo belum, kali ini saya akan sharing ilmu tentang konfigurasi access point pada Linksys.
Sebelumnya temen – temen harus tau dulu apa itu access point dan apa saja yang harus dipersiapkan untuk mengkonfigurasi accesss point pada Linksys, oke langsung aja,

Apa sih yang dimaksud dengan acces point?
Access Point dalam jaringan computer adalah sebuah jalur akses nirkabel (Wireless Access Point atau AP) adalah perangkat komunikasi nirkabel yang memungkinkan antar perangkat untuk terhubung ke jaringan nirkabel dengan menggunakan Wi-Fi, Bluetooth atau standar terkait.

Alat apa saja yang dibutuhkan untuk mengkonfigurasinya?
1.      Laptop
2.      Linksys (pada contoh kali ini mnggunakan tipe WAP-54G)
3.      Kabel straight

Bagaimana bentuk dari Linksys?
·         Gambar utuh Linksys




·         Gambar Linksys bagian depan

Penjelasan:
            Pada bagian depan terdapat 3 lampu LED yaitu:
1.   Power : berfungsi untuk memberitahu bahwa daya pada Linksys sudah menyala
2.      Act : berfungsi untuk memberitahu bahwa Linksys sudah siap untuk digunakan
3.     Link : berfungsi untuk memberitahu bahwa Linksys sudah terhubung dengan device yang lain
·         Gambar Linksys bagian belakang

Penjelasan :
1.     Reset button  : berfungsi untuk mereset Linksys agar kembali ke pengaturan awal
2.  Port LAN : berfungsi untuk menghubungkan Linksys dengan laptop menggunakan kabel straight
3.    Power : berfungsi untuk menghubungkan kabel dengan daya listrik agar Linksys dapat menyala.

Oke, setelah kita mengetahui bentuk fisik Linksys beserta fungsi dari beberpa komponen yang ada pada linkssys tersebut, sekarang waktunya untuk mengkonfigurasi accses point pada Linksys WAP-54G pada computer, berikut langkah – langkahnya :
1. Sambungkan terlebih dahulu Power Adapter Access Point ke dalam terminal listrik, dan  hubungkan ke Access Point agar Access Point dapat menyala.
2.    Pastikan konfigurasi Access Point kembali ke pengaturan awal dengan menekan tombol reset yang ada di bagian belakang Access Point (AP) Linksys selama 20- 30 detik dengan menggunakan pensil atau pulpen karena tombol reset berukuran sangat kecil. jika dalam waktu 20-30 detik lampu act (warna hijau) mati maka proses reset berhasil
3.    Pasang kabel straight ke port yang ada pada bagian belakang Access Point Linksys dengan port RJ-45 pada laptop yang akan digunakan untuk melakukan konfigurasi Access Point (AP)
4.    Rubah IP computer/ laptop , sebelumnya IP default yang digunakan yaitu 192.168.1.245 . Oleh karena itu IP pada laptop yang digunakan  untuk melakukan konfigurasi Access Point (AP) harus berada pada satu jaringan dengan Access Point. karena jika tidak dalam satu jaringan tidak bisa terhubung. Namun ip yang digunakan tidak boleh sama.
Contoh:

5.   Buka Web browser, ketikkan IP default Access point yaitu 192.168.1.245 untuk masuk ke konfigurasi center dari access point. Setelah itu akan muncul dialog berupa form untuk login ke konfigurasi. Untuk form username dikosongkan saja dan untuk form password isikan admin.

6.      Kemudian akan muncul gambar seperti di bawah ini. Pada halaman ini terdapat empat  menu utama yaitu Setup, Wireless, Administration, dan Status. Menu pertama : SETUP Di dalam setup terdapat dua sub menu lagi, yaitu Network Setup dan AP Mode. Didalam Network Setup kita dapat mengatur model, tipe dan konfigurasi IP, subnet mask  dan default gateway dari akses poin yang kita gunakan.

7.     Sedangkan pada sub menu AP mode, pada AP mode kita bisa mengatur konfigurasi access point yang ingin digunakan, terdapat beberapa pilihan yaitu :
·   Access Point : mode yang pasti digunakan pasti digunakan pada mode jaringan wireless apapun
            ·   AP client : merupakan reseller/ cabang dari Access Point lain
·   Wireless repeater : untuk memperkuat sinyal. hampir sama dengan access point client tetapi jika access point client terdapat pilihan untuk menentukan Access Point dari cabang AP yang diiginkan sehingga mendapatkan Mac address sedangkan wireless repeater sudah ditentukan Access Point dari cabang apa
·   Wireless Bridge : hanya bisa berkomunikasi dengan Access point dalam 1 jaringan yang sama.

Karena kita ingin menggunakan sebagai access point, maka kita pilih  opsi yang pertama

8.  Selanjutnya pada Menu Wireless terdapat sub menu Basic Wireless Settings, Wireless Security, Wireless MAC Filter, Advanced Wireless Settings. Sub menu Basic Wireless Settings, Pada Basic wireless Settings, kita bisa mengatur Mode, network SSID, Channel, SSID broadcast, dan enkripsi dari Access Point yang digunakan.
Penjelasan :
·       Pada mode terdapat pilihan A, B, G, dan mixed. agar bisa dilihat oleh komputer yang berbeda tipe mode pilih mixed.
·         pada Network Name  isi Nama jaringannya (SSID)
·         pada Channel, pilih channel yang berbeda dengan laptop/komputer lain yang berada pada satu jaringan
·         pada SSID broadcast terdapat pilihan enabled atu disabled . jika pilih enabled maka  access point kita dapat terlihat oleh semua device, sedangkan jika pilih disabled maka access point kita di hidden/ tidak terlihat oleh device yang lain
9.      Pada sub menu Wireless Security, terdapat Security Mode, Encryption,
Passphare
dan Key Renewal. Di Security Mode, terdapat beberapa pilihan security,  yaitu :
·         WEP : metode enkripsi sederhana sehingga perlu adanya enkripsi yang lebih kuat, jenis security ini mudah dibobol
·         WPA Personal : metode enkripsi dengan memilih menggunakan algoritma TKIP atau AES. keynya dinamis karena berubah setiap 300 detik.
·         WPA2 Personal : metode enkripsi dengan menggunakan algoritma  AES. keynya dinamis karena berubah setiap 300 detik.
·         WPA2 Mixed : metode enkripsi dengan menggunakan algoritma TKIP dan AES. jauh lebih aman karena menggunakan 2 algoritma
·         WPA2 Interprise : tidak hanya passwordnya yang dienkripsi tetapi alamat IP servernya juga dienkripsi
·         WPA2 Radius :  gabungan dari WEP dan WPA2 Interprise
            Disini kita pilih WPA2-mixed karena kemanannya lebih terjamin.
           

10. Sub menu Wireless MAC filter, digunakan untuk melakukan filter/penyaringan terhadap MAC address mana saja yang dapat mengakses Access Point . Disini terdapat keterangan apakah ingin mengaktifkan filter atau tidak, jika ingin mengaktifkan filter ada dua pilihan yang bisa dipakai, yaitu :
·         Prevent : berfungsi untuk menolak device dengan MAC address tertentu agar tidak bisa terhubung
·         Permit : berfungsi untuk mengijinkan device dengan MAC address tertentu yang bisa terhubung.

11.  Sub menu  Advanced Wireless Setting, disini kita akan menemukan berbagai konfigurasi yang berhubungan dengan perangkat secara langsung. 

12.  Menu utama Administration, disini terdapat lima sub menu, diantaranya Management, SNMP, Log, Factory Default dan Firmware Upgrade. Nanti akan muncul tampilan untuk mengganti password yang sudah dibuat sebelumnya. Sebaiknya ubahlah password tersebut.

13.  Menu utama Status, menu status  ini akan menampilkan informasi konektivitas Access Point, baik secara Local Network, maupun secara Wireless Network.

Referensi :
Semoga Bermanfaat :)


Sabtu, 19 Oktober 2013

Cheat Sheet Perintah - Perintah Sasar Pada CLI

hi guys, kali ini saya ingin berbagi cheat sheet perintah - perintah dasar pada CLI (Command Line Interface). Semoga bisa bermanfaat, enjoy yoo :)




Rabu, 25 September 2013

Instalasi Linux Ubuntu 10.10

Ubuntu merupakan salah satu distribusi Linux yang berbasiskna Debian dan didistribusikan sebagai software bebas, nama Ubuntu berasal dari Afrika Selatan yang berarti "Kemanusiaan Kepada Sesama" . Ubuntu didesign untuk kepentingan penggunaan personal, namun versi server Ubuntu juga tersedia, dan telah dipakai secara luas. Pada kali ini saya akan membahas bagaimana cara menginstal ubuntu dan langkah - langkahnya, Mau tau gimana langkah - langkahnya? Waiiitttttt...
 Sebelum kita memulai proses instalasi ada hal – hal yang perlu dipersiapkan terlebih dahulu, terlebih dahulu kita haru memastikan bahwa computer yang akan digunakan dapat melakukan booting CD/DVD drive.. Selain itu kita juga membutuhkan sebuah CD/DVD installer Ubuntu 10.10.
Langkah Instalasi :
1.      Masukkan CD/DVD installer Ubuntu 10.10 kedalam CD/DVD drive lalu restar computer anda. Setelah itu, hidupkan computer lalu tekan F8, Assist+F2, F11 (tergantung BIOS yang digunakan) untuk mengatur CD/DVD-ROM sebagai media booting. Lalu tunggu sebentar sampai ubuntu selesai load..


2.      Setelah itu akan muncul wizard instalasi. Silahkan pilih bahasa yang ingin dugunakan lalu klik tombol “Instal Ubuntu”

3.      Setelah itu muncul tampilan seperti berikut, lalu klik “Forward”

4.      Muncul tampilan  untuk mengalokasikan drive space, pada layar terdapat 2 pilihan,
·         Erase and use the entire disk :
Maksud opsi ini jika anda ingin menghapus system operasi yang telah ada atau hardisk masih kosong dan anda ingin membiarkan installer otomatis mempartisi hardisk .
·         Specify partition manually (advanced)
Menentukan pastisi secara manual (ditujukan bagi yang sudah mahir)



5.      Klik tombol “Install Now” untuk melanjutkan proses instalasi



6.      Lalu akan muncul tampilan seperti ini , tampilan ini manampilkan peta bumi, pilihlah lokasi tempat tinggal anda, waktu sistem akan disesuaikan secara otomatis. Anda dapat menentukan lokasi anda dengan mengklik lokasi anda pada peta tersebut atau ketik nama kota dalam kotak yang ada dibawah gambar, apabila telah selesai klik tombol “Forward”



7.      Setelah itu akan muncul tampilan keyboard layout, pada layar ini anda dapat memilih susuan keyboard yang anda inginkan dalam pilihan default, pada kali ini saya akan memilih USA, jika telah selesai memilih lalu klik tombol “Forward”.




8.      Muncul tampilan who are you , pada tampilan who are you ini, anda harus memasukkan informasi yang sesuai dengan data diri anda. Setelah selesai mengisi klik tombol “forward” untuk melanjutkan




9.      lalu akan muncul tampilan seperti ini, pada tahap ini ubuntu 10.10 akan diinstal, lalu tunggu beberapa saat sampai proses selesai..



10.  Setelah menunggu beberapa saat, akan muncul jendela pop-up yang memberitahukan bahwa instalasi telah selesai, langkah selanjutnya anda harus merestart computer untuk dapat menggunakan ubuntu yang baru saja di install, klik tombol “Restart Now”



11.  Lalu secara langsung, CD/DVD akan keluar sendiri, ambil CD/DVD tersebut lalu tekan “enter” untuk mereboot. Lalu computer akan di restart dalam beberapa detik, dan muncul boot splash ubuntu..



12.  Langkah selanjutnya, akn muncul layar login, pada layar login, klik username lalu masukkan password anda. Lalu klik tombol “login” untuk melanjutkan..


13.  TADAAAAAAAAAAA, inilah desktop ubuntu 10.10 dan READY TO USE *hooray….


Selamat mencoba guys, semoga bermanfaat :))